odha

/Tag:odha

Program Pendanaan yang Dapat Dilakukan Masyarakat Melalui Desentralisasi (Bagian 1)

The Issue Penanggulangan HIV di Indonesia telah mendapatkan pendanaan yang besar dari donor internasional, terhitung adalah 57% total pembelanjaan untuk HIV dan 71% program penanggulangan pada populasi kunci pada 2014 (Sekretaris KPA Nasional. Indonesia National AIDS Spending Assessment 2014-2015. Ministry of Health, Indonesia; 20151). The Global Fund adalah salah satu pendonor terbesar, terhitung 60% dari seluruh sumber pendanaan internasional yang

image: http://patricmorgan.co.uk
image: http://patricmorgan.co.uk

Buku Saku Pengobatan HIV untuk ODHA dan Komunitas

ART merupakan salah satu upaya dalam mengurangi laju penularan di masyarakat.Dampak tersebut akan terwujud jika dapat menjangkau 80% ODHA yang memerlukan ART. Idealnya semua ODHA yang memenuhi syarat terapi ARV (ART) menjalankan pengobatan. Pada saat sekarang kesenjangan pemberian ART ini masih tinggi dengan berbagai alasan dan salah satunya karena masih kurangnya informasi yang benar tentang terapi ARV. Berdasarkan estimasi tahun2012, sebanyak 178.631 ODHA memerlukan ART, namun hanya 139.623 yang masuk perawatan HIV dan diantaranya hanya 95.949 yang memenuhi syarat mendapatkan ART.

Project ? Tanda Kasih ? Pendokumentasian Pengobatan ARV di Indonesia

Latar Belakang Sejak pertama kali terjadi kasus HIV di Indonesia pada tahun 1987, sampai dengan Maret 2013, HIV-AIDS tersebar di 345 (69,4%) kabupaten/kota dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya kasus HIV-AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011. Sedangkan pengobatan HIV di Indonesia baru dimulai pada tahun 2003. Dan berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Maret 2013 sebanyak 33.114 orang.