hiv aids

/Tag:hiv aids

Menjadi Bagian Untuk Perubahan di Linimassa2

Menjadi bagian dari sebuah perubahan adalah hal yang sangat luar biasa membanggakan. Bukan untuk dilihat oleh orang lain, melainkan untuk diri saya sendiri. Indonesia AIDS Coalition bersama Kampanye Odha berhak sehat berusaha menjadi bagian perubahan di isu HIV AIDS, dan saya menjadi bagian dari mereka. Beberapa waktu lalu, Aditya Wardhana menawarkan saya.. apakah saya berminat untuk terlibat bersama dengan teman teman ICT Watch dan @internetsehat dalam film #Linimassa2. Dia bilang, saya tinggal menjadi diri saya sendiri. Menceritakan sedikit bagaimana upaya

Musda HIV dan AIDS II Jabar

Kekerasan Terhadap Perempuan dalam kaitannya dengan HIV dan AIDS

Sesi Kekerasan Terhadap Perempuan dalam kaitannya dengan HIV & AIDS” pada MusJabar HIV AIDS 2012, Villa Gardenia ?Lembang Jawa barat oleh : Indonesia AIDS Coalition Pada tanggal 13 Juni 2012, dalam Musyawarah Daerah Jawa Barat telah terlaksana “Sesi Kekerasan Terhadap Perempuan dalam kaitannya dengan HIV & AIDS? kerjasama antara Indonesia AIDS Coalition, Ikatan Perempuan Positif Indonesia dan WOMEN WON’T WAIT Campaign. Musda HIV dan AIDS II Jabar Dalam kesempatan ini Syafirah Hardani sebagai gender koordinator

Deklarasi Lembang, Musyawarah HIV dan AIDS Jawa Barat.

Pada tanggal 12-14 Juni 2012, bertempat di Villa Trinity, Bandung telah dilangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) HIV dan AIDS Jawa Barat. Musda ini dihadiri oleh 80 orang peserta yang berasal dari 23 Kabupaten / kota. Dalam event yang mempertemukan segenap stakeholder dalam program penanggulangan AIDS, terjadi ruang diskusi dan bertukar keberhasilan, tantangan serta kesenjangan program penanggulangan AIDS yang berjalan di wilayah masing-masing. Dari pertemuan selama 2 hari setengah ini, kemudian dirumuskan 12 point yang kemudian disebut dengan Deklarasi Lembang, yang merumuskan sebuah komitment,

AIDS Adalah Isu Pembangunan (bag-2)

Sambungan dari artikel sebelumnya Keempat: Peningkatan pandangan pluralisme, khususnya soal kebebasan beragama, perbedaan tafsir ataupun kritik/otokritik terhadap pandangan keagamaan. Saya akui, kelompok penggiat AIDS justru banyak yang menerapkan kebebasan beragama dan pluralisme itu sendiri. Misalnya praktek hubungan pernikahan beda agama, hubungan sex tanpa ikatan perkawinan, pasangan gay, pasangan waria. Hal-hal seperti itu menjadi “biasa” dikalangan penggiat AIDS, mungkin karena dunia itu memang sangat dekat dengan kelompok gembok. Tapi sayangnya realita keharmonisan itu tidak diikuti