Program Pendanaan yang Dapat Dilakukan Masyarakat Melalui Desentralisasi (Bagian 3)

///Program Pendanaan yang Dapat Dilakukan Masyarakat Melalui Desentralisasi (Bagian 3)

Seknas FITRA

Seknas FITRA (Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) berdiri pada tahun 1999 sebagai sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan pengelolaan yang bertanggung jawab untuk dana public di Indonesia dengan cara melakukan analisa pendanaan dan advokasi di tingkat nasional, sub nasional, dan tingkat daerah di 13 provinsi. Keseluruhan cakupannya adalah dana public, tidak hanya yang mencakup dana untuk kesehatan atau HIV saja, dan misi mereka pada dasarnya adalah membuat masyarakat sadar bahwa mereka memiliki kedaulatan terhadap uang negara.

FITRA menganalisa rencana, diskusi, pelaksanaan, dan tahap evaluasi dari proses pendanaan untuk menentukan apakah komitmen yang ada telah tercapai. Contohnya, apabila sebuah program telah ditentukan pada strategi nasional tapi tidak ada dana yang tersedia untuk program tersebut, FITRA akan mengingatkan pemerintah mengenai ketidak serasian tersebut dan mendorong pemerintah untuk memperbaikinya. Lebih lanjut lagi, FITRA bekerja dengan legislative regional untuk lebih memahami mengapa sector-sektor yang kurang didanai, contohnya kesehatan dan edukasi, dapat lebih disasar dengan efektif menggunakan mekanisme pendanaan yang sudah tersedia.

FITRA memulai kerjanya dengan memonitor pengeluaran pada saat pemilihan umum, analisa alokasi pendanaan dan pengeluaran di sector edukasi, dan memonitor MUSRENBANG (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Sektor kesehatan menjadi bidang utama mereka, salah satu hal besar yang mereka lakukan terkait dengan kesehatan adalah “Mendorong Transparansi Dana dan Partisipasi untuk Meningkatkan Alokasi Dana untuk Edukasi dan Kesehatan melalui Kaukus Parlemen di Jakarta” pada tahun 2007 dan “Mendorong Pelibatan Masyarakat dalam mendorong Pendanaan HIV yang Responsif” pada tahun 2009. Reputasi mereka sebagai periset yang dapat diandalkan dan hasil analisa mereka yang sangat baik, pada akhirnya mendapatkan dukungan dari beberapa donor nasional dan internasional seperti Asia Foundation, Ford Foundation dan HIVOS.

Pada tahun 2017, Seknas FITRA melakukan pendekatan pada Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAN) untuk melakukan analisa 2 dana HIV di tingkat distrik sebagai salah satu bagian dari kegiatan yang dilakukan untuk Program SHIFT yang didanai oleh The Global Fund. Pada kerjasama tersebut, FITRA melakukan sebuah penilaian, pada tingkat sub-nasional, untuk melihat sebarapa jauh mereka mengikutsertakan penanggulangan HIV, termasuk didalamnya yang telah dipastikan dilakukan oleh Kemenkes. Hal ini adalah pekerjaan yang sulit dilakukan karena dokumen-dokumen pemerintah di tingkat distrik tidak jelas, sulit diakses, dan proses birokrasi yang panjang.

(Bersambung ke Bagian 4)