Program Pendanaan HIV Pertama di Asia Mempersembahkan Pusat Informasi Bagi Komunitas Terdampak HIV

//Program Pendanaan HIV Pertama di Asia Mempersembahkan Pusat Informasi Bagi Komunitas Terdampak HIV

Bangkok, Kamis 10 Mei 2018: Program HIV pertama di Asia yang focus pada pendanaan HIV, saat ini meluncurkan sebuah portal online untuk membantu para advokat HIV di seluruh Asia agar dapat lebih efektif dalam berpartisipasi untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah untuk mendanai program kesehatan bagi komunitas yang terdampak HIV.

The SHIFT Knowlegde Management Hub (Pusat Manajemen Pengetahuan SHIFT) – akan memuat serangkaian laporan, studi kasus, video dan infografik – yang diluncurkan pada hari ini dan merupakan persembahan terbaru dari Program SHIFT, sebuah proyek advokasi dan peningkatan kapasitas bagi advokat HIV di Indonesia, Maaysia, Filipina dan Thailand. Tautan website nya adalah www.shiftHIVfinancing.org

The SHIFT Knowledge Management Hub didalamnya mencakup video yang menjelaskan pentingnya mengadvokasi kepentingan komunitas dengan risiko tinggi, studi kasus yang mendiskusikan pelaksanaan advokasi yang baik untuk mendapatkan tambahan pendanaan atau meningkatkan efisiensi pendanaan, dan juga rangkuman mengenai situasi pendanaan HIV di tingkat nasional di empat negara program SHIFT. Konten baru akan terus ditambahkan dalam jangka waktu sembilan bulan ke depan.

Proyek ini dilaksanakan melalui rekanan dari komunitas HIV Asia Pasific termasuk didalamnya adalah APCOM, APCASO dan AFAO. Proyek ini di danai oleh Global Fund ATM. Rekanan proyek di empat negara intervensi tersebut adalah Thai National AIDS Foundation (TNAF), Action for Health Initiatives Inc. (ACHIEVE, Filipina), Indonesia AIDS Coalition (IAC) dan Malaysian AIDS Council (MAC).

Pada komunitas yang paling terdampak HIV di Asia – Lelaki yang Berhubungan Seks dengan Lelaki (LSL), Transgender, pekerja seks dan pengguna napza – adalah bagian dari 300.000 infeksi baru yang dimana para penelilti perkirakan akan terjadi pertahun di Asia pada tahun 2020.

Para peneliti yang bekerja bersama SHIFT menunjukkan bahwa saat ini sekitar 85% program HIV yang menyasar pada komunitas tersebut didanai oleh donor internasional, sedangkan pemerintahannya hanya memberikan kontribusi pendanaan yang sedikit atau malah tidak sama sekali. Akan tetapi, pada negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand berubah menjadi negara yang secara ekonomi berkembang, mereka menjadi lebih sedikit mendapatkan bantuan pendanaan dari luar negeri. Hal ini menciptakan celah pendanaan pada program-program HIV, dan apabila pemerintah tidak menjembatani celah tersebut maka keberhasilan penanggulangan HIV secara regional akan terancam.

Program Manager SHIFT dari AFAO, Joselyn Pang, mengatakan: “Untuk memastikan bahwa program-program HIV untuk populasi kunci pada negara-negara tersebut berkelanjutan, para advokat setempat sedang diberikan dukungan melalui program SHIFT untuk menambah pemahaman mereka terhadap pendanaan HIV dan untuk mempertajam keahlian dalam melakukan lobby pada pemerintahan terkait untuk meningkatkan pendanaan HIV pada komunitas rentan. Hal ini adalah sebuah bentuk inisiatif yang menarik bagi penanggulangan HIV di Asia dan kami berharap dapat bekerja bersama seluruh rekan komunitas untuk mencapai hasil yang lebih baik bagi seluruh manusia dan komunitas yang membutuhkan.

Direktur Eksekutif APCOM, Midnight Poonkasetwattana: “Setelah berkonsultasi dengan rekan komunitas dan melaksanakan penelitian lebih lanjut, kami telah mengembangkan sebuah sumber yang berguna yang kini tersedia di SHIFT Knowledge Management Hub (www.shiftHIVfinancing.org). Kami telah menghasilkan beberapa rincian laporan dan studi kasus mengenai pendanaan HIV dan analisa situasional di Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Kami juga telah membuat beberapa infografik yang mudah dipahami dan video yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai masalah yang ada.”

Program Manager MAC, Anu Karunanithy: “Pengetahuan adalah kekuatan, dan dengan mengedukasi para advokat HIV setempat mengenai isu keberlanjutan, program SHIFT akan memperkuat masyarakat dan organisasi komunitas seperti MAC agar menjadi lebih berwawasan, dan mulai mengalihkan diskusi yang terkait dengan pendanaan HIV. Hal ini akan membantu upaya advokasi yang lebih baik untuk kebutuhan kesehatan masyarakat yang terdampak HIV bukan hanya di Malaysia tapi juga lintas Asia dan Pasifik.”

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenau program SHIFT dan SHIFT Knowledge Management Hub, silahkan kunjungi: www.shiftHIVfinancing.org

#shiftHIVfinancing #SHIFT #HIVfinancing #HIVAsia #transitioning #sustainability