Pertemuan Stakeholder untuk Mendorong Anggaran Penanggulangan TB-HIV Kota Semarang

///Pertemuan Stakeholder untuk Mendorong Anggaran Penanggulangan TB-HIV Kota Semarang

Indonesia AIDS Coalition bekerjasama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Semarang mengadakan kegiatan pertemuan stakeholder untuk mendorong Anggaran Program Penanggulangan HIV-AIDS melalui Musrenbang tahun 2019 untuk anggaran 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan di kantor BAPPEDA Kota Semarang ini, bertujuan untuk mensinergikan peran organisasi kemasyarakatan dan populasi kunci bersama aparat pemerintah di Kota Semarang untuk persiapan Musrenbang tahun 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Forum Sehat Kota Semarang, KPA Kota Semarang, perwakilan 16 camat di Kota Semarang, perwakilan kelurahan, ketua karang taruna dan organisasi peduli HIV di Kota Semarang.

Kegiatan yang menghadirkan tiga orang narasumber dalam kegiatan yaitu Bapak Bambang Soekrdjo (Ketua KPA Kota Semarang), Ibu Yuni Dwi Purwani (Wakil Ketua Forum Kota Sehat Semarang) dan Ibu Dwi Hartani (Kabid Pemerintahan Bidang Sosial dan Budaya BAPPEDA Kota Semarang).

Sekretaris KPA Kota Semarang menyampaikan bahwa rata-rata angka kasus HIV di Kota Semarang adalah 2-3 kasus per/hari. Untuk penanggulangan HIV, diperlukan dukungan dan peran serta seluruh perangkat daerah dan organisasi termasuk populasi kunci untuk terlibat di dalam penanggulangan HIV-AIDS di Kota Semarang, yang agendanya tahun 2027 Kota Semarang dapat mencapai target fast track. Dan KPA Kota Semarang akan mendukung keterlibatan organisasi/populasi kunci dalam proses Musrenbang, selain memberikan usulan program, diharapkan juga masyarakat semakin sadar terhadap persoalan HIV-AIDS, sebagaimana komitmen KPA Kota Semarang.

Sementara dari Forum Sehat Kota Semarang saat ini Pemerintah Kota Semarang sudah memiliki aturan yang salah satunya adalah penangulangan HIV-TB melalui Forum Kesehatan Kelurahan atau FKK yang ada di 177 kelurahan di Kota Semarang. Melalui forum ini Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar 50 juta rupiah per kelurahan yang salah satu indikator capaiannya adalah untuk penanggulangan HIV-TB, selain berfokus menekan angka kematian ibu dan anak serta kasus demam berdarah. Dan menurut Ibu Yuni, Forum Kota Sehat akan mengadakan pertemuan koordinasi dengan 177 FKK di Kota Semarang dan beliau berkomitmen akan mendorong 177 kelurahan tersebut untuk terlibat dalam Musrenbang 2019 tahun anggaran 2020.

Narasumber terakhir dari BAPPEDA Kota Semarang menyampaikan bahwa kegiatan kemitraan Pemerintah Kota dengan organisasi/ komunitas perlu terus di tingkatkan, Musrenbang bisa menjadi forum kita bersama untuk memberikan usulan program melalui tahapan dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan hingga kota, ada regulasi yang mengatur bagaimana peruntukan pendanaan APBD dimana 15-25 persen anggaran harus di peruntukkan untuk pemberdayaan. Komitmen kami, akan melakukan jemput bola terhadap program-program pemberdayaan masyarakat melalui Kepala Seksi Sosial di kewilayahan. Dan khusus untuk program kampong tematik, kami membuka diri dan akan sangat mendukung jika ada komunitas HIV-TB akan mencanangkan program dimaksudk, silakan ajukan proposalnya, kata Ibu Wiwik (sapaan akrab Dwi Hartani) sebagai penutup presentasinya