Lokakarya Peningkatan Akses Perlindungan Sosial pada Layanan Kesehatan Terkait HIV

/, Indonesia/Lokakarya Peningkatan Akses Perlindungan Sosial pada Layanan Kesehatan Terkait HIV
Lokakarya Peningkatan Akses Perlindungan Sosial pada Layanan Kesehatan Terkait HIV

Pada tanggal 18-20 November 2019 di Hotel Grand Savero Bogor, Indonesia AIDS Coalition bekerjasama dengan International Labour Organization melakukan kegiatan pertemuan lokakarya yang diberi topik “Peningkatan Akses Perlindungan Sosial pada Layanan Kesehatan Terkait HIV/AIDS untuk Perwakilan Penyedia Layanan Jaminan Kesehatan di Tingkat Provinsi”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari layanan kesehatan, BPJS, ARV Community Support.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang perlindungan sosial yang senisitf terhadap HIV/AIDS bagi penyedia layanan Jaminan Kesehatan Nasional dan juga untuk memperkut sinergi penyedia jasa kesehatan untuk memastikan akses dan kegunaan layanan HIV/AIDS yang ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional untuk ODHA dan populasi kunci.

Beberapa hal yang muncul menjadi rekomendasi adalah sebagai berikut:

  1. Adanya perumusan layanan kesehatan terkait HIV yang ditanggung oleh BPJS yang disepakati oleh Bidang Program Penanggulangan HIV Kementerian Kesehatan (Subdit HIV, P2PML), Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK), serta Badan Penyelengggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan)
  2. Adanya buku saku akses layanan kesehatan dan skema JKN bagi komunitas yang komprehensif dan mudah dipahami yang dapat dijadikan acuan bagi komunitas untuk mengakses layanan kesehatan
  3. Reaktivasi kelompok dukungan sebaya yang bertujuan untuk mendorong komunitas untuk lebih Mandiri dalam akses layanan kesehatannya, contohnya Viral Load. Serta untuk mendorong kepatuhan terapi ARV
  4. Adanya edukasi secara massif bagi populasi umum terkait HIV/AIDS dasar untuk mengurangi stigma dan diskriminasi.

Beberapa paparan materi oleh para narasumber yang dapat di unduh:

  1. Kementerian Kesehatan oleh dr.Sedya Dwisangka
  2. International Labour Organization oleh Early Dewi (klik disini)
  3. Prof. Hasbullah (klik disini)
  4. Wahyu Kresna (klik disini)
  5. Hilmansyah Panji Utama (klik disini)
  6. dr. Yuli Farianti dari BPJS Kesehatan (klik disini)