medicine

Surat Dukungan MSF untuk Daclatasvir dalam Model Daftar Obat Esensial WHO

Daclatasavir merupakan salah satu obat Direct Acting Antiviral (DAA) terbaru untuk mengobati Hepatitis C yang digunakan dalam kombinasi dengan obat Hepatitis C lainnya. Obat ini diproduksi oleh Bristol Myers Squibb (BMS) dengan brand Dalklinza, yang sudah baru-baru ini sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat Eropa untuk dipasarkan di seluruh negara-negara Uni Eropa. Tingkat keberhasilan obat ini pun sangat tinggi untuk semua bentuk genotipe penyakit Hepatitis C serta memiliki sedikit efek samping. Sayangnya obat ini masih belum masuk ke dalam Daftar Obat Esensial di WHO (World Health Organization).

Kemudian tanggal 4 Maret 2015 lalu, MSF/Medicins Sans Frontiers mengajukan surat permohonan kepada WHO untuk memasukan Daclatasavir ke dalam Daftar Obat Esensial WHO dengan dukungan dari beberapa organisasi masyarakat sipil yang bergerak di isu Hepatitis C dan akses terhadap obat terjangkau. Dengan adanya obat Daclatasavir ini ke dalam Daftar Obat Esensial WHO dapat memperluas kesempatan pemerintah untuk mempertimbangkan tambahan obat ini masuk pula ke dalam Daftar Obat Esensial Nasional sehingga meningkatkan peluang untuk melakukan negosiasi terhadap ketersediaan obat DAA lainnya untuk pengobatan Hepatitis C.

Artikel terkait  Sosialisasi Applikasi iMonitor+ Pada Pertemuan Evaluasi Nasional Semester 8 dan Rencana Kegiatan Semester 9 GF

Berikut ini surat permohonan yang diajukan oleh MSF :

Share this post

On Key

Related Posts

image: http://patricmorgan.co.uk
Uncategorized @id

Audit Keuangan Eksternal Lembaga IAC tahun 2013

Sebagai sebuah organisasi yang bekerja mempromosikan transparansi dan akuntabilitas, IAC percaya bahwa kedua nilai ini perlu diintegrasikan dalam kebijakan internal organisasi. Sebagai sebuah upaya mewujudkan

Read More »
image: http://patricmorgan.co.uk
Uncategorized @id

Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi

Pedoman Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi Pedoman PMTCT Nasional View more documents from Indonesia AIDS Coalition Artikel terkait  Panduan Kemenkes untuk ARV

Read More »

want more details?

Fill in your details and we'll be in touch