<!--:id-->AIDS Adalah Isu Pembangunan (bag-2)<!--:-->

Sambungan dari artikel sebelumnya Keempat: Peningkatan pandangan pluralisme, khususnya soal kebebasan beragama, perbedaan tafsir ataupun kritik/otokritik terhadap pandangan keagamaan. Saya akui, kelompok penggiat AIDS justru banyak yang menerapkan kebebasan beragama dan pluralisme itu sendiri. Misalnya praktek hubungan pernikahan beda agama, hubungan sex tanpa ikatan perkawinan, pasangan gay, pasangan waria. Hal-hal seperti itu menjadi “biasa” dikalangan […]

<!--:id-->AIDS Adalah Isu Pembangunan (bag-1)<!--:-->

Ditulis oleh: Hartoyo Berangkat dari pengalaman berinteraksi dengan para penggiat AIDS di Indonesia, selain saya sebagai gay merupakan bagian dari kelompok “disasar” dalam penanggulangan AIDS. Untuk itu, ada beberapa refleksi, mungkin bisa dikatakan otokritik dari kerja selama ini : Pertama: Masih lemahnya penggiat AIDS dalam memahami konsep tata negara. Hal ini mencakup pemahaman dimana peran […]

<!--:id-->Kami Bukan Boneka<!--:-->

Untuk kesekian kalinya Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), dr Nafsiah Mboi MPH “melukai/merendahkan” salah seorang/kelompok yang dia sebut dengan kelompok “kunci”. Tindakannya berawal dari diskusi disela-sela pertemuan nasional (Pernas) antara Sekretaris KPAN dengan masyarakat sipil, khususnya populasi “gembok” diruang Nakula Sadewa, Hotel Inna Garuda, Yogyakarta pukul 19.00 (4/10/2011). Penulis gunakan kata “gembok” sebagai bentuk […]