Forum Regional UHC

///Forum Regional UHC

Pada tanggal 22 Maret 2018 di Jakarta, Indonesia AIDS Coalition dengan program SHIFT, telah melaksanakan sebuah forum regional yang membahas mengenai Universal Health Coverage (UHC) pada 4 negara intervensi program SHIFT yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para narasumber yang ahli mengenai UHC dari 4 negara SHIFT yang memberikan presentasi mengenai situasi dan kondisi UHC di 4 negara SHIFT yaitu Dr. Anne dari PhilHealth Philipine, Dr. Panthep dari NHSO Thailand, Prof. Chiu Wan Ng dari University of Malaya Malaysia dan dari Indonesia adalah Prof. Hasbullah Thabrany dari Universitas Indonesia. Hadir juga sebagai narasumber dari BPJS dan P2JK lalu Lesley Ong dari UNDP Regional dan UNAIDS Indonesia oleh Ibu Lely. Sindi Putri dari IAC juga memberikan presentasi hasil FGD mengenai UHC dalam perspektif populasi kunci. Peserta yang hadir adalah rekanan Sub-Recipient (SR) SHIFT di 4 negara tersebut dan peserta perwakilan dari Jaringan Nasional Populasi Kunci di Indonesia dan juga peserta dari rekan kerja IAC lainnya baik dari tingkat regional, nasional dan tingkat distrik.

Salah satu prioritas SHIFT adalah untuk melibatkan masyarakat sipil dan populasi kunci (KP) dalam diskusi dan pemantauan sistem UHC, baik di tingkat nasional dan distrik. Program ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sipil dan KP untuk mengadvokasi paket layanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, dan implementasi yang efektif dari UHC di lapangan, khususnya untuk populasi kunci.

Berdasarkan Laporan Evaluasi Baseline yang baru-baru ini diterbitkan SHIFT, semua empat negara yang termasuk dalam intervensi SHIFT telah memiliki sistem UHC yang fungsional yang menyerap sebagian dari biaya pengobatan dan perawatan pasien HIV. Data yang dikumpulkan di Malaysia dan Thailand menunjukkan bahwa semua warga negara memiliki akses ke skema UHC (kecuali migran di Malaysia dan remaja), termasuk populasi kunci. Di Indonesia, data terpilah dari survei lokal yang dilakukan oleh IAC menunjukkan bahwa akses ke UHC bervariasi di seluruh populasi kunci, hanya 21% transgender dan hingga 90% orang yang dengan narkoba suntik yang terdaftar dalam sistem UHC nasional. Meskipun UHC yang berfungsi sudah ada di empat negara tersebut, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan kunci dan Focus Group Discussion (FGD) mengungkapkan bahwa ada keterbatasan pada kontribusi UHC dalam memperluas ruang fiskal untuk HIV. Di Malaysia dan Thailand, cakupan UHC dianggap tidak mungkin berubah dalam waktu dekat karena ada prioritas lain yang menarik sumber daya kesehatan nasional; dan di Filipina, kontribusi PhilHealth kepada CSO kemungkinan akan disalurkan melalui badan-badan kesehatan pemerintah.

Keterbatasan ini penting dalam mempertimbangkan pengembangan strategi advokasi tiap negara yang berfokus pada UHC untuk pembiayaan HIV.

Materi presentasi dapat diunduh pada tautan di bawah ini:

The Challenges and Opportunities to Integrate HIV into JKN, oleh Bapak Hasbullah Thabrany, Senior Health Financing Adviser, The National Social Security Council (DJSN)

PLHIV Perspective on JKN Implementation (FGD Preliminary Result), oleh IAC

Social Health Insurance in Indonesia, Current Policy, oleh Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan

What is UHC and what does it mean for HIV communities, oleh Jonas Bagas, APCASO

Sustaining Access to Medicines for Universal Health Coverage, oleh Les Ong, United Nations Development Programme

The Realities of Universal Health Coverage in Malaysia, oleh Chiu-Wan Ng, Faculty of Medicine University of Malaya

Universal Health Coverage and HIV/AIDS Benefit Package in Thailand, oleh Dr.Panthep Khananuraksa, National Health Security Office Thailand

PhilHealth’s UHC Journey, oleh Mary Antonette Yason-Remonte,MD, PhilHealth

HIV Investment case analysis and Sustainable HIV Response through UHC, oleh UNAIDS Indonesia

Implementation of Indonesia’s Social Security for Health, oleh Dr. Donni Hendrawan, MPH, BPJS Kesehatan