Edukasi HIV “Aku Bangga, Aku Tahu”

//Edukasi HIV “Aku Bangga, Aku Tahu”

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia memiliki program untuk mengadakan edukasi tentang HIV/AIDS ke kampus-kampus, dengan maksud para peserta yang mengikuti edukasi ini dapat menjadi orang-orang yang dapat memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS untuk teman-temannya. Pada tanggal 28 Februari 2018 yang lalu, Mulya Fitnaldi mewakili IAC diminta oleh Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama untuk membantu mereka memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS di Universitas Satya Negara. Kegiatan ini diisi juga oleh Sudin Kesehatan Jakarta Selatan yang diwakili Ibu Prihasti, (selaku bagian PROMKES), dari Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama diwakili oleh dr. Eva dan Mbak Retno, dari Universitas Satya Negara sendiri diwakili oleh Bapak Edi (selaku Pembantu Rektor bagian Kemahasiswaan) dan beberapa dosen.

Acara ini dimulai oleh Ibu Prihasti yang menjelaskan maksud dan tujuan dilakukannya kegiatan edukasi ini, dan dilanjutkan dengan Bapak Edi yang secara resmi membuka acara. Kegiatan ini dimulai dengan pra-test untuk teman-teman mahasiswa, setelah Pretest selesai dilanjutkan dengan menonton video singkat tentang informasi HIV/AIDS. Lalu para peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk melakukan diskusi, setiap kelompok diberikan dua pertanyaan tentang HIV/AIDS. Berkutnya setiap kelompok diwajibkan untuk mempresentasikan jawaban dari pertanyaan tersebut dan kelompok lain menanggapi jawaban apakah kelompk tersebut benar atau salah. dr. Eva memberikan informasi dan edukasi tentang HIV/AIDS yang benar kepada seluruh peserta yang mengikuti acara kegiatan tersebut.

Selanjutnya Mulya Fitnaldi sebagai narasumber yang memberikan testimoni sebagai seorang ODHA yang terinfeksi virus HIV dari penggunaan NARKOBA mempergunakan jarum suntik yang tidak steril, dimana satu alat suntik dipakai bersamaan oleh beberapa orang. Mulya Fitnaldi dapat berdaya kembali karena mengkonsumsi ARV. Setelah Mulya Fitnaldi memberikan testimoni lalu dilakukan tanya jawab dan para peserta sangat antusias karena mereka baru mengerti dengan benar informasi tentang HIV/AIDS dan bertemu dengan seorang ODHA. Acara kegiatan ini ditutup dengan dilakukannya post-test.