Internasional

//Internasional

Pernyataan Organisasi Masyarakat Sipil ASEAN tentang Penegakan Penuh Hukum Syariah di Brunei Darussalam

Kami, organisasi masyarakat sipil yang bertanda tangan di bawah ini di kawasan ASEAN, mendesak pemerintah Brunei untuk segera menghentikan penerapan penuh Hukum Pidana Syariah (SPC). Undang-undang tersebut mencakup ketentuan yang bertentangan dengan standar HAM internasional, termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR), Konvensi Hak Anak (CRC), Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW), Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi dan Merendahkan martabat (CAT), Deklarasi Hak Manusia

Statement of ASEAN Civil Society Organizations on the Full Enforcement of Sharia Law in Brunei Darussalam

  We, the undersigned civil society organizations in the ASEAN region, urge the government of Brunei to immediately halt the full implementation of the Sharia Penal Code (SPC). The said law entails provisions that contradict international human rights standards, including the Universal Declaration of Human Rights (UDHR), Convention on the Rights of the Child (CRC), Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman and Degrading Treatment or Punishment (CAT), the

Surat Dukungan MSF untuk Daclatasvir dalam Model Daftar Obat Esensial WHO

Daclatasavir merupakan salah satu obat Direct Acting Antiviral (DAA) terbaru untuk mengobati Hepatitis C yang digunakan dalam kombinasi dengan obat Hepatitis C lainnya. Obat ini diproduksi oleh Bristol Myers Squibb (BMS) dengan brand Dalklinza, yang sudah baru-baru ini sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat Eropa untuk dipasarkan di seluruh negara-negara Uni Eropa. Tingkat keberhasilan obat ini pun sangat tinggi untuk semua bentuk genotipe penyakit Hepatitis C serta memiliki sedikit efek samping. Sayangnya obat ini masih belum masuk ke dalam Daftar

Community Delegation to the Board of the Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria Retreat 2015

Communities Delegation to the Board of the The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria adalah sebuah mekanisme representasi individu yang hidup dengan HIV, TB dan terdampak Malaria dengan visi untuk mewujudkan kesetaraan akses untuk layanan yang berkualitas dan mendukung kebutuhan komunitas untuk pencegahan, pengobatan dan atau hidup dengan penyakit ini dalam sebuah lingkungan yang kondusif serta menghargai hak asasi manusia. Misi dari Communities Delegation bekerja untuk memastikan suara dan isu dari orang yang hidup dengan HIV, TB dan