Berita

/Berita

Diskusi Kelompok Terarah “Panduan Tes HIV dan IMS bagi Remaja Beresiko”

Pada tanggal 9-10 April 2019, Indonesia AIDS Coalition mengadakan diskusi kelompok terarah di Kota Makassar. Diskusi ini dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama bersama Inti Muda Makasssar, diksusi kedua bersama rekan-rekan organisasi: PKBI, Organisasi Perubahan Sosial Indonesia, Yayasan Gaya Celebes, Ikatan Perempuan Positif Indonesia, YPKDS, ARV Community Support, Persatuan Korban Napza Makassar, Jaringan Indonesia Positif. Dan sesi ketiga bersama Dinkes Kota Makassar dan Puskesmas Jumpandang Baru. Diskusi ini bertujuan untuk menggali bagaimana pelaksanaan tes HIV dan IMS bagi remaja beresiko, dan

Pernyataan Organisasi Masyarakat Sipil ASEAN tentang Penegakan Penuh Hukum Syariah di Brunei Darussalam

Kami, organisasi masyarakat sipil yang bertanda tangan di bawah ini di kawasan ASEAN, mendesak pemerintah Brunei untuk segera menghentikan penerapan penuh Hukum Pidana Syariah (SPC). Undang-undang tersebut mencakup ketentuan yang bertentangan dengan standar HAM internasional, termasuk Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR), Konvensi Hak Anak (CRC), Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW), Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi dan Merendahkan martabat (CAT), Deklarasi Hak Manusia

Statement of ASEAN Civil Society Organizations on the Full Enforcement of Sharia Law in Brunei Darussalam

  We, the undersigned civil society organizations in the ASEAN region, urge the government of Brunei to immediately halt the full implementation of the Sharia Penal Code (SPC). The said law entails provisions that contradict international human rights standards, including the Universal Declaration of Human Rights (UDHR), Convention on the Rights of the Child (CRC), Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman and Degrading Treatment or Punishment (CAT), the