author

/Koalisi AIDS

About Koalisi AIDS

This author Koalisi AIDS has created 154 entries.

Humanity + Respect = FootballHumanity + Respect = Football

League Of Change Dibawah kolong jembatan layang, para pemuda berlari mengejar bola untuk memasukan gol ke gawang lawan. Mereka adalah League Of Change para peserta turnamen “Street Soccer League of Change” yang diselenggarakan dari 26-28 Februari 2012 di Lapangan Pulosari, bawah jembatan Pasopati, Balubur, Kota Bandung, Jawa Barat. Terkesan tidak ada yang berbeda dengan kegiatan turnamen bola kaki yang biasa terjadi. Turnamen ini bukan “sembarang” kegiatan, satu hal yang fenomenal dalam sejarah sepak bola Indonesia, minimal itu yang tertulis dispanduk. ” Liga

Untuk Para Korban Narkoba

Tengkorak Adiksi Afriani Susanti, pengemudi mobil Xenia yang menabrak trotoar hingga 9 orang tewas dan 3 luka-luka di Tugu Tani Jakarta Pusat (22/01/2012), meninggalkan cerita duka yang mendalam. Menurut laporan kepolisian, ketika mengendarai mobil, Afriani dalam kondisi mabuk akibat minuman beralkohol dan mengkonsumsi narkoba. Sudah dapat dipastikan Afriani tidak dalam kondisi “normal atau tidak dalam kondisi sehat”. Apapun kondisinya, Afriani tentu harus bertanggungjawab atas tindakannya, apalagi kejadian itu membawa luka mendalam terhadap keluarga korban maupun keluarga Afriani sendiri. Pertanyaannya

AIDS Adalah Isu Pembangunan (bag-2)

Sambungan dari artikel sebelumnya Keempat: Peningkatan pandangan pluralisme, khususnya soal kebebasan beragama, perbedaan tafsir ataupun kritik/otokritik terhadap pandangan keagamaan. Saya akui, kelompok penggiat AIDS justru banyak yang menerapkan kebebasan beragama dan pluralisme itu sendiri. Misalnya praktek hubungan pernikahan beda agama, hubungan sex tanpa ikatan perkawinan, pasangan gay, pasangan waria. Hal-hal seperti itu menjadi “biasa” dikalangan penggiat AIDS, mungkin karena dunia itu memang sangat dekat dengan kelompok gembok. Tapi sayangnya realita keharmonisan itu tidak diikuti

AIDS Adalah Isu Pembangunan (bag-1)

Ditulis oleh: Hartoyo Berangkat dari pengalaman berinteraksi dengan para penggiat AIDS di Indonesia, selain saya sebagai gay merupakan bagian dari kelompok “disasar” dalam penanggulangan AIDS. Untuk itu, ada beberapa refleksi, mungkin bisa dikatakan otokritik dari kerja selama ini : Pertama: Masih lemahnya penggiat AIDS dalam memahami konsep tata negara. Hal ini mencakup pemahaman dimana peran rakyat (didalamnya masyarakat sipil) dan dimana peran negara. Kalau boleh refleksi sebagian lembaga sosial masyarakat (baik itu LSM maupun jaringan “gembok”1) yang ada didalam penanggulangan