Audit Tahun Pertama untuk Program SHIFT

///Audit Tahun Pertama untuk Program SHIFT

Pada tanggal 21-24 Mei 2018 kemarin, Indonesia AIDS Coalition mendapatkan kunjungan dari DIA International Auditing, sebuah lembaga konsultan audit yang saat ini sedang melakukan audit tahun pertama untuk proyek SHIFT di empat negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Indonesia adalah negara kedua setelah Malaysia dalam bulan ini yang sudah mereka kunjungi.

Menurut Arens and Loebbecke (Auditing: An Integrated Approach, eight edition, 2000:9), Audit adalah “kegiatan mengumpulkan dan mengevaluasi dari bukti-bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan”. Proses audit harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independent.

Tujuan audit secara umum dapat diklasifikasilkan sebagai berikut :

  1. Kelengkapan (Completeness). Untuk meyakinkan bahwa seluruh transaksi telah dicatat atau ada dalam jurnal secara aktual telah dimasukkan.
  2. Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan transaksi dan saldo perkiraan yang ada telah dicatat berdasarkan jumlah yang benar, perhitungan yang benar, diklasifikasikan, dan dicatat dengan tepat.
  3. Eksistensi (Existence). Untuk memastikan bahwa semua harta dan kewajiban yang tercatat memiliki eksistensi atau keterjadian pada tanggal tertentu, jadi transaksi tercatat tersebut harus benar-benar telah terjadi dan tidak fiktif.
  4. Penilaian (Valuation). Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum telah diterapkan dengan benar.
  5. Klasifikasi (Classification). Untuk memastikan bahwa transaksi yang dicantumkan dalam jurnal diklasifikasikan dengan tepat. Jika terkait dengan saldo maka angka-angka yang dimasukkan didaftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat.
  6. Ketepatan (Accurancy). Untuk memastikan bahwa semua transaksi dicatat pada tanggal yang benar, rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar. Serta penjumlahan saldo sudah dilakukan dengan tepat.
  7. Pisah Batas (Cut-Off). Untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat. Transaksi yang mungkin sekali salah saji adalah transaksi yang dicatat mendekati akhir suatu peride akuntansi.
  8. Pengungkapan (Disclosure). Untuk meyakinkan bahwa saldo akun dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan dan dijelaskan dengan wajar dalam isi dan catatan kaki laporan tersebut.

Dalam prosesnya, tim IAC dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik ketika auditor mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kelengkapan dokumen keuangan dan kelengkapan organisasi yang dimiliki oleh IAC.

Pada hari terakhir, auditor memaparkan sekilas rangkuman setelah dalam tiga hari tersebut melakukan beberapa pemeriksaan, dan mereka mengajukan beberapa rekomoendasi untuk perbaikan ke depannya karena tidak ada organisasi yang sempurna dalam melakukan perjalanannya dengan segala dinamika yang ada, begitu pula dengan IAC.

Auditor kemudian akan menerbitkan sebuah  Management Letter. Management Letter adalah surat auditor yang ditujukan kepada klien, dalam hal ini adalah IAC. Surat tersebut dibuat untuk menegaskan dan mengkonfirmasi keakuratan dari audit yang sudah dilakukan. Pada surat tersebut akan berisi informasi yang relevan terkait dengan masalah keuangan dan manajemen yang ada pada IAC. Tinjauan atas surat ini akan membantu memberikan rekomendasi kepada IAC untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalankan sebuah organisasi.