Laporan Audit Keuangan IAC Tahun Fiscal 2011

Sebagai sebuah lembaga yang bekerja mempromosikan transparansi dan akuntabilitas didalam program penanggulangan AIDS, Lembaga Indonesia AIDS Coalition (IAC) menyadari sekali pentingnya arti transparansi dan akuntabilitas di tataran internal organisasi. Sebelum kita menyuarakan dan mempromosikannya keluar, kita harus pastikan kondisi di dalam internal lembaga sendiri mengikuti kaidah-kaidah mekanisme pengelolaan organisasi yang baik.

Salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas di IAC adalah adanya laporan audit tahunan keuangan lembaga yang bisa diakses publik di website IAC. Laporan ini berisi rekam jejak perjalanan lembaga IAC selama satu tahun dan juga menggambarkan pengelolaan management serta keuangan di internal lembaga.

Audit eksternal ini dilakukan dengan bekerjasama dengan LSM Pena Bulu dan Kantor Akuntan Publik drs. Amir Hadyi.

Incoming search terms:

  • contoh laporan audit
  • contoh audit laporan keuangan
  • contoh laporan audit keuangan
  • laporan audit
  • contoh laporan keuangan audit
  • contoh laporan auditor
  • contoh laporan audit internal
  • contoh audit keuangan
  • contoh laporan keuangan audited
  • contoh laporan keuangan auditan

Where did the AIDS money go?

Pemerintah Indonesia baru saja memasukkan laporan Perkembangan program penanggulangan AIDS di Indonesia kepada PBB. Laporan ini dikenal dengan nama Country Progress Report to UNGASS on AIDS 2012. Laporan ini adalah laporan rutin dua tahunan yang dimasukkan setiap negara anggota PBB untuk mengetahui sejauh mana capaian, tantangan serta kesenjangan program penanggulangan AIDS di setiap negara.

[Read more...]

Incoming search terms:

  • data tbel ODHA di indonesia

Keadilan Gender (Pertemuan Ke-Tiga)

Pelatihan kali ini yang diadakan pada hari Kamis, 12 April 2012 dihadiri oleh 11 orang. Sebelum memasukin materi ke-3 tentang Keadilan Gender, peserta melakukan review pertemuan sebelumnya. Fasilitator membagikan kertas metaplan berwarna hijau dan spidol kepada peserta pelatihan. Setiap peserta diminta untuk menuliskan hal yang diingat tentang pelatihan sebelumnya (pertemuan ke-2). Masing-masing peserta menuliskan sebanyak mungkin hal yang diingat diatas kertas metaplan. Satu isu satu kertas metaplan.

Setelah selesai, masing-masing peserta mempresentasikan ide yang telah ditulis, lalu mengantungkan di “jemuran celana dalam” yang melekat di dinding sehingga peserta yang lain bisa melihatnya. Setiap kertas yang dibacakan oleh masing-masing peserta. Saat dibacakan tidak ada lagi peserta yang menulis, semua ikut memperhatikan.

[Read more...]