People Health Assembly 3,

Pada tanggal 6 Juli – 11 Juli 2012 ini berlangsung People Health Assembly 3, yang kali ini akan diadakan di Universitas Western Cape, Cape Town, Afrika Selatan. Agenda ini merupakan agenda rutin 5 tahunan dimana mempunyai tujuan mempertemukan aktivis kesehatan akar rumput, organisasi masyarakat sipil dan institusi akademic untuk bertukar pengalaman serta memetakan tantangan yang yang ada dalam program kesehatan di dunia serta merumuskan sebuah kerangka kerja bersama demi mengupayakan Sehat untuk Semua (Health for All).

Pada kesempatan kali ini, Indonesia AIDS Coalition diundang mengikuti agenda ini dengan harapan bisa membawa suara dari komunitas terdampak AIDS di Indonesia serta menjajaki kemungkinan menggerakkan perjuangan untuk hak kesehatan sekembalinya dari agenda ini di level lokal. Bagi IAC ini adalah sebuah pengalaman berharga sebab agenda ini akan membuka cakrawala baru dalam melihat persoalan AIDS bukan semata dalam kotak namun mampu memandangnya dalam perspektif yang lebih luas.

Agenda PHA 3 ini diadakan oleh People Health Movement (PHM). PHM adalah sebuah jaringan global kesehatan yang bekerja di 70 negara dengan tujuan merevitalisasi peran dari Primary Health Care (PHC) sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Alma-Ata yang ditandatangani di tahun 1978 dan juga mengatasi persoalan Social Determinants of Health (faktos sosial yang mempengaruhi kesehatan), secara khusus terkait dengan meningkatnya kesenjangan di dalam dan diantara negara yang terutama disebabkan oleh struktur perekonomian yang tidak adil.

Beberapa topik dalam pertemuan PHA 3 ini diantaranya:

(P1) The Global Political and Economic context of health
(P2) Social and physical Environments that destroy or promote health
(P3) Health for All NOW!: Universal coverage and equity in integrated health systems
(P4) Beyond the Current Crisis: Mobilising for Health for All

Selain empat topik besar diatas, masih ada banyak topik lain yang menarik serta akan dibahasnya dokumen Cape Town Call to Action yang akan menjadi platform pergerakan PHM kedepannya.

IAC sendiri akan menghadiri agenda ini dengan tujuan ingin mempelajari sejauh mana PHC bisa di utilisasi demi program penanggulangan AIDS serta faktor yang mempengaruhi harga obat sehingga di realita kerap kali harga obat ini tidak terjangkau oleh masyarakat yang miskin.

Faktor perdagangan dan kesehatan serta dampak globalisasi bagi negara miskin juga akan menjadi perhatian pembelajaran bagi IAC sehingga nantinya bisa diterapkan dalam kerja-kerja di level nasional.

Health for All! Now!!

Incoming search terms:

  • globalisasi phc
  • deklarasi alma ata

AIDS Adalah Isu Pembangunan (bag-1)

Ditulis oleh: Hartoyo

Berangkat dari pengalaman berinteraksi dengan para penggiat AIDS di Indonesia, selain saya sebagai gay merupakan bagian dari kelompok “disasar” dalam penanggulangan AIDS.

Untuk itu, ada beberapa refleksi, mungkin bisa dikatakan otokritik dari kerja selama ini :
Pertama: Masih lemahnya penggiat AIDS dalam memahami konsep tata negara. Hal ini mencakup pemahaman dimana peran rakyat (didalamnya masyarakat sipil) dan dimana peran negara. Kalau boleh refleksi sebagian lembaga sosial masyarakat (baik itu LSM maupun jaringan “gembok”1) yang ada didalam penanggulangan AIDS berdiri karena ada kebutuhan “program” ataupun “proyek” AIDS di Indonesia. Walau tentu masih ada LSM/jaringan “gembok” berdiri dari kegelisahan ataupun keprihatinan terhadap situasi AIDS di Indonesia, tetapi sayang jumlahnya tidak banyak.
[Read more...]

Incoming search terms:

  • isu pembangunan
  • aids pembangunan
  • sikap yg seharusnyadilakukan masyarakat ketika berinteraksi dengan kelompok LGBT

Universal Access Asia Pacific 2011

Tahun 2010 menjadi tahun dimana pemerintah Indonesia harus mencapai target Akses Universal yang telah ditetapkan dalam pertemuan sesi khusus PBB untuk AIDS pada tahun 2006 dimana ditetapkan target 80% komunitas terdampak terjangkau, 60% terjadi perubahan perilaku dan 80% ODHA yang membutuhkan terapi ARV bisa mendapatkan ARV.

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam mencapai target Akses Universal tersebut namun masih ada pula beberapa tantangan sehingga target tersebut belum bisa dicapai di 2010.

Riset ini dijalankan bekerjasama dengan ICASO sebagai Koordinator Global dan APCASO sebagai Koordinator Asia dan Pacific.

Link (download disini).