Menjadi Bagian Untuk Perubahan di Linimassa2

Menjadi bagian dari sebuah perubahan adalah hal yang sangat luar biasa membanggakan. Bukan untuk dilihat oleh orang lain, melainkan untuk diri saya sendiri. Indonesia AIDS Coalition bersama Kampanye Odha berhak sehat berusaha menjadi bagian perubahan di isu HIV AIDS, dan saya menjadi bagian dari mereka.

Beberapa waktu lalu, Aditya Wardhana menawarkan saya.. apakah saya berminat untuk terlibat bersama dengan teman –teman ICT Watch dan @internetsehat dalam film #Linimassa2. Dia bilang, saya tinggal menjadi diri saya sendiri. Menceritakan sedikit bagaimana upaya saya keluar dari Diskriminasi HIV di masyarakat yang begitu menyesakkan, dan bersama #IAC serta #OBS menginformasikan HIV AIDS melalui cara – cara yang disukai masyarakat, yakni social media dan internet. Lalu, saya piker ini adalah satu hal yang sangat menarik.

Dan hari itu-pun datang, syuting di kantor koalisi AIDS. Bertemu dengan mas dandhy laksono, Sutradara hebat danManda, perempuan cantik dan aktif yang juga menjadi bagian dari #Linimassa2. Selama syuting berlangsung, kami (saya dan Manda) membicarakan tentang bagaimana Internet bisa menjadi sarana paling hebat untuk informasi HIV AIDS. Saya sedikit menceritakan kepada-nya tentang apa yang dilakukan #IAC dan #OBS. Kami menyampaikan informasi HIV AIDS keadaan masyarakat awam dan juga kepada ODHA, dengan sederhana dan populis atau dapat diterima masyarakat. Sehinga anggapan orang mengenai HIV adalah hal yang menyeramkan perlahan memudar. Kerapkali permasalahan HIV dan AIDS juga menjadi persoalan tersendiri bagi komunitas terdampak AIDS dan IAC berusaha melibatkan mereka untuk menjadi bagian dari perubahan melalui pendidikan komunitas.

Tepat hari Jum’at 6 Juli 2012, beberapa bulan setelah pertemuan saya dengan tim ICT Watch. Akhirnya film yang kami tunggu – tunggu di launching juga. Bersamaan dengan kegiatan #FGD2012 #Bloggercamp, film ini diputar perdana di House Of Eva. Percaya atau tidak jantung berdegup kencang saat menyaksikan #Linimassa2. Film yang memiliki kekuatan besar dan dapat membuat banyak perubahan di Indonesia.

Seperti yang saya kutip dari www.linimassa.org “Film #Linimassa2 mengisahkan tentang bagaimana masyarakat Indonesia dengan segala tantangan dan keterbatasan, mampu memberdayakan diri maupun masyarakat sekitarnya dengan menggunakan Internet. Film ini dibuat untuk keperluan keperluan edukasi. Pada produksi linimassa 2 ini, kami ingin memberikan bobot “kebersamaan’, tidak lagi hanya pada isi kisahnya, tetapi juga pada produksinya sejak awal melalui mekanisme saweran/patungan/urunan/donasi dari publik (crod funding). Karena kami yakin, film dokumenter yang selain bisa menjadi catatan keluhuran bangsa dan juga berperan dalam pengagungan Indonesia ke mata dunia ini, akan semakin memiliki nilai sejarah ketika kita secara bersama mengambil porsi keterlibatan sesuai dengan kemampuan kita.”

Dan kami dari Indonesia AIDS Coalition, membawa pesan besar tentang bagaimana HIV AIDS adalah persoalan bersama dengan terlibat dalam film tersebut. Bagaimana mimpi kami di masa depan, orang akan memandang HIV AIDS sebagai isu bersama. HIV hanyalah dampak dari masalah ekonomi, social, budaya, dan pendidikan yang kuran maksimal di Indonesia. Para Blogger dari Aceh sampai Papua yang hadir dalam kegiatan #FGD2012 #Bloggercamp tersebut berkomitmen untuk kampanye HIV AIDS melalui media internet seperti facebook, twitter, blog, dan media lainnya. Saya Optimis, angka infeksi HIV baru akan terus menurun bahkan sampai nol, dengan adanya upaya bersama.

yuk Follow @odhaberhaksehat @koalisiaids @kamusaids @infoHIVanAIDS @beritaaids setiap 1 berita yang teman – teman RT dan dibaca oleh semua Followers kalian, akan sangat berarti bagi upaya penanggulangan HIV di Indonesia.

Like juga Fanspage facebook kami
http://www.facebook.com/OdhaBerhakSehatPage
http://www.facebook.com/indonesiaaidscoalition

*Pic : @internetsehat

Sesi Kekerasan Terhadap Perempuan dalam kaitannya dengan HIV dan AIDS

“Sesi Kekerasan Terhadap Perempuan dalam kaitannya dengan HIV & AIDS”
pada MusJabar HIV AIDS 2012, Villa Gardenia – Lembang Jawa barat
oleh : Indonesia AIDS Coalition

Pada tanggal 13 Juni 2012, dalam Musyawarah Daerah Jawa Barat telah terlaksana “Sesi Kekerasan Terhadap Perempuan dalam kaitannya dengan HIV & AIDS” kerjasama antara Indonesia AIDS Coalition, Ikatan Perempuan Positif Indonesia dan WOMEN WON’T WAIT Campaign.

Musda HIV dan AIDS II Jabar

Musda HIV dan AIDS II Jabar

Dalam kesempatan ini Syafirah Hardani sebagai gender koordinator dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional menyampaikan tentang “Epidemi HIV, Kerentanan Perempuan dan apa yang bisa kita lakukan”. Baby Rivona selaku Koordinator Nasional Ikatan perempuan positif Indonesia, membawakan hasil survey kekerasan di 8 propinsi yang dilakukan oleh IPPI serta upaya apa saja yang telah dilakukan oleh IPPI untuk mengatasinya. Oldri Sherly Mukuan mewakili Kampanye WOMEN WON’T WAIT untuk mendesiminasikan hasil assessment tahun 2011 dengan judul “Monitoring Kekerasan Terhadap Perempuan dalam kaitannya dengan HIV&AIDS”. Ayu Oktariani Project Assistant Indonesia AIDS Coalition yang menyampaikan “Sudahkan kebijakan dan program penanggulangan AIDS kita sensitif akan perempuan?”. Dan menjadi suatu kebanggaan bersama dalam Sesi ini juga ikut dihadiri oleh Ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu Netty Heryawan. Yang menyampaikan paparannya tentang situasi epidemi HIV pada perempuan di Jawa Barat.

Para narasumber ingin memberikan gambaran realita, theori, kebijakan dan program yang ada di dalam respond AIDS

Ibu Gubernur Jabar bersama para pembicara

Ibu Gubernur Jabar bersama para pembicara

dalam kaitannya dengan Kekerasan Terhadap Perempuan. Ibu Gubernur Jawa Barat dalam paparannya selaku Ketua P2Tp2A Jawa Barat menunjukkan Komitmen yang besar serta kepedulian beliau terhadap perlindungan perempuan dan anak di propinsi Jawa Barat.

Peserta yang hadir terlihat antusias dalam mempertanyakan komitmen lokal terkait kekerasan yang dialami oleh WPS, Perempuan ODHA serta bentuk diskriminasi yang diterima oleh ODHA dan Anak. Ibu Gubernur menyambut baik isu integrasi Kekerasan Terhadap Perempuan dan HIV&AIDS serta mengajak CSO lokal untuk melakukan advokasi untuk mengatasi isu ini. Dan Jawa Barat termasuk daerah yang strategis dan memiliki kesempatan yang sangat baik karena terjalin hubungan yang sinergis antara CSO dan Stake holder setempat. Diharapkan provinsi lain dapat membangun benang merah hubungan kerjasama dan kerja kerja yang baik guna menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak serta infeksi baru HIV.

Incoming search terms:

  • kekerasan terhadap wanita dalam kaitannya dengan perlindungan hak asasi manusia
  • Apa kaitannya tentang HIV
  • kekerasan terhadap perempuan dan HIV & AIDS
  • hiv aids dalam bahasa indonesia
  • bentuk kekerasan yang dialami odha
  • perlindungan terhadap ODha
  • kaitan kekerasan anak dan perempuan dengan ham
  • kaitan kekerasan perempuan dengan ham
  • artikel tentang gender kaitannya dengan kekerasan terhadap perempuan
  • makalah kekerasan terhadap wanita dalam kaitannya dengan perlindungan ham

Deklarasi Lembang, Musyawarah HIV dan AIDS Jawa Barat.

Pada tanggal 12-14 Juni 2012, bertempat di Villa Trinity, Bandung telah dilangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) HIV dan AIDS Jawa Barat. Musda ini dihadiri oleh 80 orang peserta yang berasal dari 23 Kabupaten / kota.

Dalam event yang mempertemukan segenap stakeholder dalam program penanggulangan AIDS, terjadi ruang diskusi dan bertukar keberhasilan, tantangan serta kesenjangan program penanggulangan AIDS yang berjalan di wilayah masing-masing.

Dari pertemuan selama 2 hari setengah ini, kemudian dirumuskan 12 point yang kemudian disebut dengan Deklarasi Lembang, yang merumuskan sebuah komitment, terget serta harapan bagi program penanggulangan AIDS di Jawa Barat kedepan.

Ke dua belas point ini adalah:

  1. ODHA sepakat berperilaku hidup sehat, produktif, mandiri serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS.
  2. Peningkatan ketersediaan akses dan layanan Obat Anti Retroviral (ARV) termasuk Pediatrik (ARV Anak) di Rumah Sakit Swasta serta Puskesmas khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah di seluruh kabupaten/kota.
  3. Terintegrasinya layanan kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi dengan layanan HIV & AIDS pada program PMTCT (Prevention Mother to Child Transmission) di Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Swasta, dan Puskesmas di seluruh kabupaten/kota.
  4. Mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan informasi dan edukasi terkait perlindungan pada perempuan dan anak dalam upaya pemenuhan Hak Asasi Manusia terutama hak asasi perempuan dan anak.
  5. Mendorong tersedianya Program Mitigasi oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota; termasuk penggunaan kondom bagi laki-laki dan atau perempuan, jarum suntik steril dan terapi substitusi bagi pengguna napza suntik.
  6. Mendorong pemerintah daerah untuk terlibat langsung dalam pembentukan forum Warga Peduli AIDS (WPA) di tingkat kecamatan dan kelurahan melalui kebijakan kepala daerah kabupaten/kota berdasarkan surat keputusan kepala daerah provinsi.
  7. Tersedianya akses layanan kesehatan satu atap (One Stop Service) yaitu VCT, IMS, TB-HIV yang terjangkau oleh masyarakat umum di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah dan atau Rumah Sakit Swasta, serta Puskesmas di setiap Kabupaten/Kota.
  8. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan, dukungan, perawatan berbasis masyarakat dan pengobatan HIV-AIDS di seluruh Kabupaten/Kota.
  9. Tersedianya layanan HIV-AIDS yang komprehensif untuk warga binaan di Lapas dan Rutan di Jawa Barat serta peningkatan peran Bapas dalam mendukung layanan HIV-AIDS setelah WBP bebas.
  10. Mendorong pemerintah daerah untuk memenuhi kewajiban bagi ODHA untuk mendapatkan kesetaraan hak dan kewajiban tanpa ada stigma dan diskriminasi di segala bidang.
  11. Meningkatkan upaya pemerintah daerah dalam memfasilitasi kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas kelompok dukungan ODHA dan OHIDHA baik secara individu maupun kelompok.
  12. Keterlibatan ODHA dan OHIDHA dalam setiap perencanaan, penyusunan, penetapan, dan pengembangan kebijakan Pemerintah daerah yang terkait dengan pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS.

Incoming search terms:

  • penanggulangan hiv/aids jawa barat
  • musyawarah hiv dan aids jawa barat
  • pengertian ohidha
  • peran pemerintah jawa barat dalam mendukung program hiv/aids
  • peran rumah sakit dalam penanggulangan hiv
  • perancangan sistem informasi vct berbasis web pada komisi perlindungan aids
  • program pemerintah bandung mengenai hiv
  • program pemerintah hiv
  • program pemerintah jawa barat mengenai hiv/aids
  • program pemerintah pusat untuk orang dengan HIV/AIDS

Monitoring Integrasi antara Kekerasan Terhadap Perempuan dan HIV&AIDS

Monitoring Integrasi antara Kekerasan Terhadap Perempuan dan HIV & AIDS

AIDS Adalah Isu Pembangunan (bag-2)

Sambungan dari artikel sebelumnya

Keempat: Peningkatan pandangan pluralisme, khususnya soal kebebasan beragama, perbedaan tafsir ataupun kritik/otokritik terhadap pandangan keagamaan. Saya akui, kelompok penggiat AIDS justru banyak yang menerapkan kebebasan beragama dan pluralisme itu sendiri. Misalnya praktek hubungan pernikahan beda agama, hubungan sex tanpa ikatan perkawinan, pasangan gay, pasangan waria. Hal-hal seperti itu menjadi “biasa” dikalangan penggiat AIDS, mungkin karena dunia itu memang sangat dekat dengan kelompok gembok. Tapi sayangnya realita keharmonisan itu tidak diikuti dengan pemahaman pluralisme yang “memadai”.
[Read more...]

Incoming search terms:

  • tanggapan agama kristen tentang diskriminasi aids