Incoming search terms:
- visi dan misi mdgs 2015
- visi misi MDGs
- visi dan misi mdgs
- visi misi mdgs 2015
- visi mdgs
- visi mdgs 2015
- MDGs terbaru
- dasar visi dan misi mdgs 2015
- dalam pembangunan kesehatan
- mdgs bahasa indonesia
Promote Transparency, Accountability, and Civil Participation On AIDS Response
Pada tanggal 6 Juli – 11 Juli 2012 ini berlangsung People Health Assembly 3, yang kali ini akan diadakan di Universitas Western Cape, Cape Town, Afrika Selatan. Agenda ini merupakan agenda rutin 5 tahunan dimana mempunyai tujuan mempertemukan aktivis kesehatan akar rumput, organisasi masyarakat sipil dan institusi akademic untuk bertukar pengalaman serta memetakan tantangan yang yang ada dalam program kesehatan di dunia serta merumuskan sebuah kerangka kerja bersama demi mengupayakan Sehat untuk Semua (Health for All).
Pada kesempatan kali ini, Indonesia AIDS Coalition diundang mengikuti agenda ini dengan harapan bisa membawa suara dari komunitas terdampak AIDS di Indonesia serta menjajaki kemungkinan menggerakkan perjuangan untuk hak kesehatan sekembalinya dari agenda ini di level lokal. Bagi IAC ini adalah sebuah pengalaman berharga sebab agenda ini akan membuka cakrawala baru dalam melihat persoalan AIDS bukan semata dalam kotak namun mampu memandangnya dalam perspektif yang lebih luas.
Agenda PHA 3 ini diadakan oleh People Health Movement (PHM). PHM adalah sebuah jaringan global kesehatan yang bekerja di 70 negara dengan tujuan merevitalisasi peran dari Primary Health Care (PHC) sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Alma-Ata yang ditandatangani di tahun 1978 dan juga mengatasi persoalan Social Determinants of Health (faktos sosial yang mempengaruhi kesehatan), secara khusus terkait dengan meningkatnya kesenjangan di dalam dan diantara negara yang terutama disebabkan oleh struktur perekonomian yang tidak adil.
Beberapa topik dalam pertemuan PHA 3 ini diantaranya:
(P1) The Global Political and Economic context of health
(P2) Social and physical Environments that destroy or promote health
(P3) Health for All NOW!: Universal coverage and equity in integrated health systems
(P4) Beyond the Current Crisis: Mobilising for Health for All
Selain empat topik besar diatas, masih ada banyak topik lain yang menarik serta akan dibahasnya dokumen Cape Town Call to Action yang akan menjadi platform pergerakan PHM kedepannya.
IAC sendiri akan menghadiri agenda ini dengan tujuan ingin mempelajari sejauh mana PHC bisa di utilisasi demi program penanggulangan AIDS serta faktor yang mempengaruhi harga obat sehingga di realita kerap kali harga obat ini tidak terjangkau oleh masyarakat yang miskin.
Faktor perdagangan dan kesehatan serta dampak globalisasi bagi negara miskin juga akan menjadi perhatian pembelajaran bagi IAC sehingga nantinya bisa diterapkan dalam kerja-kerja di level nasional.
Health for All! Now!!
Pada tanggal 12-14 Juni 2012, bertempat di Villa Trinity, Bandung telah dilangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) HIV dan AIDS Jawa Barat. Musda ini dihadiri oleh 80 orang peserta yang berasal dari 23 Kabupaten / kota.
Dalam event yang mempertemukan segenap stakeholder dalam program penanggulangan AIDS, terjadi ruang diskusi dan bertukar keberhasilan, tantangan serta kesenjangan program penanggulangan AIDS yang berjalan di wilayah masing-masing.
Dari pertemuan selama 2 hari setengah ini, kemudian dirumuskan 12 point yang kemudian disebut dengan Deklarasi Lembang, yang merumuskan sebuah komitment, terget serta harapan bagi program penanggulangan AIDS di Jawa Barat kedepan.
Ke dua belas point ini adalah:
Tabel di bawah ini akan memaparkan perbandingan harga obat ARV generik lokal dengan ARV generik Import. Jelas terlihat bahwa harga ARV generik lokal itu berlipat kali lebih mahal dibandingkan dengan harga obat ARV generik Import.
Berikut perbandingan harganya:
| Kurs US$ 1 |
9200 |
|
|
Nama Obat |
Lokal |
Import |
|
3TC / Lamivudine |
11.2 |
2.6 |
|
AZT / Zidovudine |
8.4 |
7.4 |
|
AZT+3TC / Lamivudine+Zidovudine |
27.4 |
8.8 |
|
NVP / Nevirapine |
23.0 |
3 |
Memang selama ini pembelian obat ARV disubsidi penuh oleh pemerintah sehingga Orang terinfeksi HIV (ODHA) bisa mendapatkannya dengan gratis namun bila harganya bisa ditekan, tentu saja akan sangat membantu dalam pembiayaan lain yang lebih bermanfaat bagi ODHA dan program penanggulangan AIDS.
Berikut dokumen lengkapnya: (sumber: Pricelist CHAI 2011 dan SK Menkes ttg Harga Eceran Tertinggi Obat Generik 2012)
Download dokumen disini
Pemerintah Indonesia baru saja memasukkan laporan Perkembangan program penanggulangan AIDS di Indonesia kepada PBB. Laporan ini dikenal dengan nama Country Progress Report to UNGASS on AIDS 2012. Laporan ini adalah laporan rutin dua tahunan yang dimasukkan setiap negara anggota PBB untuk mengetahui sejauh mana capaian, tantangan serta kesenjangan program penanggulangan AIDS di setiap negara.
Daftarkan email anda untuk mendapatkan update terkini!
Copyright © 2013 Indonesia AIDS Coalition · Supported by The Ford Foundation ·